KP Pak Kamal Session02477_edited.jpg

Founder's Story

Pengalaman adalah guru terbaik!,  demikian pula dengan Kamal Pearl. Berbekal pengalaman yang lama dalam bisnis mutiara, lebih dari 20 tahun. Lahir, besar dan tinggal di Lombok, relatif dekat dengan tempat “budidaya mutiara air laut” menjadi keistimewaan tersendiri. Hingga memicu ketertarikan terhadap mutiara air laut dan memotivasi untuk mulai “berdagang”.

 

Dalam berdagang, Kamal memiliki prinsip “Kepercayaan di atas segalanya!” Itu kata-kata sangat penting dari seorang Kamaludin. Kamal, demikian ia biasa disapa. Pria kelahiran Patemon, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), 20 Agustus 1975 ini, mengutamakan rasa percaya dalam berdagang mutiara antara dirinya dengan pembeli/pelanggan atau klien.

 

Kelebihan seorang Kamaludin adalah menguasai teknis mutiara. Ini skill luar biasa seorang Kamal yang tidak dimiliki oleh banyak penggiat atau pengusaha mutiara di Lombok. Kamal tahu dan menguasai mutiara dari A sampai Z. Ia tahu apa pun dan tentu saja kualitas mutiara yang kurang bagus, yang bagus dan terbagus. Karena keahliannya itu, para pelaku bisnis  mutiara lain di Lombok bahkan pelanggan mutiara, mengakuinya.

 

Kamal dan “Kamal Pearl” identik sebagai penjual mutiara kelas premium. Sehingga Kamal Pearl hanya menjual mutiara-mutiara berkelas dan berkualitas premium. Kamal Pearl sengaja fokus pada kelas premium, bukan karena sombong, tetapi itu adalah salah satu bentuk komitmen, tanggungjawab dan konsistensi. Bisnis kata Kamal harus memilih, fokus, junjung tinggi image dan reputasi.

Meskipun, Kamal memulai bisnis mutiara sudah sejak tahun 2000, ia mengakui tidak gampang berbisnis mutiara, apalagi di tengah bencana seperti pandemi virus corona. Kamal percaya, menjalankan usaha bisnis, apa pun itu termasuk usaha mutiara, tidak selalu mulus, pasti jatuh-bangun, banyak suka dan duka, ada untung. Dirinya sering merugi bahkan beberapa kali ditipu hingga dihasut rekan bisnis. Pihak Kamal bahkan sering menjual murah mutiara berkualitas, padahal harga belinya lebih tinggi. Apa boleh buat memang, ia terpaksa melakukan hal tersebut lantaran ingin mewujudkan rasa tanggungjawab atas kesepakatan sebelumnya dengan pembeli dan ia tidak ingin kehilangan kepercayaan.

 

Tantangan lain yang harus dihadapi Kamal dan oleh para pelaku bisnis mutiara pada umumnya saat ini adalah bagaimana mengangkat mutiara Indonesia ke pentas dunia agar kolektor dan warga dunia kian gemar pada perhiasan mutiara sebagai perhiasan alternatif berkelas. Dengan demikian perlu edukasi dengan melakukan berbagai kegiatan promosi dan pemasaran. Kamal berharap pemerintah Indonesia terus gencar mengangkat mutiara  Indonesia ke pentas dunia sebagai mutiara  berkualitas atau berkelas.

 

Bisnis Mutiara Kamal kini telah merambah ke negara-negara : Singapura, Malaysia, Taiwan, Cina, Korea Selatan, India dan sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat. Pada waktunya Kamal juga ingin merambah hingga ke lebih banyak negara.(*)